Senin, 12 Juni 2017

Pemenuhan Gizi Keluarga dan Fungsionalisasi Pangan Lokal, Siti Aminatus Sa’diah/160321100055/A

Topik : Pemenuhan Gizi Keluarga dan Fungsionalisasi Pangan Lokal
1.1.   Latar Belakang
Keluarga merupakan unit satuan kelompok terkecil dalam masyarakat. Di perekonomian rumah tangga, keluarga berperan penting dalam permintaan suatu prosuk maupun jasa. Di dalam keluarga, berlangsung pemenuhan kebutuhan pangan anggota keluarga. Terkait apa saja yang dikonsumsi anggota keluarga, ibu rumah tangga memiliki andil yang lebih dalam pemenuhan gizi yang diperlukan oleh setiap anggota keluarga. Dengan demikian, keluarga menjadi fasilitator bagi setiap individu untuk mendapatkan haknya dalam mendapatkan gizi yang cukup dan berimbang.

Indonesia memiliki sumberdaya komoditas pangan yang beragam. Keanekaragaman sumber pangan ini dapat menjadi alternatif pilihan yang beragam pula dalam pola konsumsi masyarakat. Masyarakat dapat menerapkan fungsonalisasi pangan Indonesia mulai dari unit rumah tangga atau keluarga. Dalam pengolahannya, ibu rumah tangga akan memiliki segudang ide kreatif untuk mengolah bahan pangan lokal yang membosankan menjadi olahan yang disukai seuruh anggota keluarga. Industri pengolahan komoditaspun dapat memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi bahan subtitusi dan inovasi untuk produk yang akan dihasilkannya.

Namun, saat ini, banyak konsumen yang lebih banyak mengkonsumsi makanan-makanan instan yang dapat dengan mudah didapatkan di toko-toko sekitar lingkungan tempat tinggal. Hal sepele, namun secara tidak sadar hal ini mendegradasi pemenuhan gizi bagi keluarga. seorang ibu rumah tangga yang semula selalu mendapatkan sayuran dan berbagai lauk pemenuh kebutuhan di rumah, kini lebih sering berkunjung ke swalayan untuk membeli produk seperti roti, tepung, susu, sereal, mie instan, jus kemasan, dan lain sebagainya.

1.2.  Permasalahan
Dengan sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia, beragamnya alternatif pangan lokal tidak dibarengi dengan pemanfaatan yang tepat. Industri pengolah abhan mentah masih saja terfokus pada olahan tepung dari gandum. Sedangkan gandum bukanla komoditas yang dapat dibudidaya dalam negeri. Berbagai jenis bahan pangan lokal dapat dijadikan alternatif pilihan konsumsi untuk sektor rumah tangga. Bahkan jika ditinjau dari segi gizi yang dimiliki, pangan lokal lebih memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan manusia.

1.3.  Pembahasan

Tentu kita sebagai anggota keluarga yang lain sedikit banyak akan merasakan dampak dari perubahan pola konsumsi. Dalam pemenuhan gizi keluarga, Ibu berperan penting dalam mengatur apa saja yang akan dikonsumsi oleh segenap keluarganya. Sudah sepantasnya kita memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk orangorang yang tersayang. Bahkan, jika ditinjau lebuh lanjut, justru banah-bahan makanan instan lebih mahal jika dibandingkan dengan harga bahan-bahan alami, seprti sayur, ikan segar, tempe, dan berbagai variasi pangan lainnya.
Dalih sebagai wanita karir, kini banyak  digunakan atas permasalhan tersebut. alasan-alasan seperti kesibukan, menjadikan anak terbiasa mengkonsumsi sereal di pagi hari sebelum berangkat sekolah. bukan berarti sereal itu tidak baik bagi kesehatan, namun, sebagai masyarakat Indonesia, sudah selayaknya kita menyesuaikan pola konsumsi dengan sumberdaya yang ada di negeri ini. seperti yang kita ketahui, Indonesia dikenal sebgai negeri yang kaya akan keanekaragaman hayati. Harapan pola konsumsi yang berimbang sebenarnya dapat dicapai dengan pemenuhan gizi dari hasil pangan lokal.
Untuk menyikapi permasalahan seperti ini, perlu adanya sinergi usaha dari sektor keluarga dalam pola konsumsi, sektor industri dalam hal pengolahan bahan pangan lokal, dan pemerintah untuk mengendalikan laju permintaan produk yang kurang semestinya.


Daftar Pustaka

Yuwono, Triwibowo. 2011. Pembangunan Pertanian: Membangun Kedaulatan Pangan. Yogyakarta: Gadjah Mada Yniversity Press.
Soetriono, Suwandari Anik, dan Rijanto. 2003. Pengantar Ilmu Pertanian. Jember: Banyumedia Publishing.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar