Topik : Pemenuhan Gizi
Keluarga dan Fungsionalisasi Pangan Lokal
1.1. Latar
Belakang
Keluarga merupakan unit satuan kelompok
terkecil dalam masyarakat. Di perekonomian rumah tangga, keluarga berperan
penting dalam permintaan suatu prosuk maupun jasa. Di dalam keluarga,
berlangsung pemenuhan kebutuhan pangan anggota keluarga. Terkait apa saja yang
dikonsumsi anggota keluarga, ibu rumah tangga memiliki andil yang lebih dalam
pemenuhan gizi yang diperlukan oleh setiap anggota keluarga. Dengan demikian,
keluarga menjadi fasilitator bagi setiap individu untuk mendapatkan haknya
dalam mendapatkan gizi yang cukup dan berimbang.
Indonesia memiliki sumberdaya komoditas
pangan yang beragam. Keanekaragaman sumber pangan ini dapat menjadi alternatif
pilihan yang beragam pula dalam pola konsumsi masyarakat. Masyarakat dapat
menerapkan fungsonalisasi pangan Indonesia mulai dari unit rumah tangga atau
keluarga. Dalam pengolahannya, ibu rumah tangga akan memiliki segudang ide
kreatif untuk mengolah bahan pangan lokal yang membosankan menjadi olahan yang
disukai seuruh anggota keluarga. Industri pengolahan komoditaspun dapat
memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi bahan subtitusi dan inovasi untuk
produk yang akan dihasilkannya.
Namun, saat ini, banyak konsumen yang
lebih banyak mengkonsumsi makanan-makanan instan yang dapat dengan mudah
didapatkan di toko-toko sekitar lingkungan tempat tinggal. Hal sepele, namun
secara tidak sadar hal ini mendegradasi pemenuhan gizi bagi keluarga. seorang
ibu rumah tangga yang semula selalu mendapatkan sayuran dan berbagai lauk
pemenuh kebutuhan di rumah, kini lebih sering berkunjung ke swalayan untuk
membeli produk seperti roti, tepung, susu, sereal, mie instan, jus kemasan, dan
lain sebagainya.
1.2. Permasalahan
Dengan sumberdaya alam yang dimiliki
Indonesia, beragamnya alternatif pangan lokal tidak dibarengi dengan
pemanfaatan yang tepat. Industri pengolah abhan mentah masih saja terfokus pada
olahan tepung dari gandum. Sedangkan gandum bukanla komoditas yang dapat
dibudidaya dalam negeri. Berbagai jenis bahan pangan lokal dapat dijadikan
alternatif pilihan konsumsi untuk sektor rumah tangga. Bahkan jika ditinjau
dari segi gizi yang dimiliki, pangan lokal lebih memenuhi kebutuhan gizi yang
diperlukan manusia.
1.3. Pembahasan
Tentu kita sebagai
anggota keluarga yang lain sedikit banyak akan merasakan dampak dari perubahan
pola konsumsi. Dalam pemenuhan gizi keluarga, Ibu berperan penting dalam mengatur
apa saja yang akan dikonsumsi oleh segenap keluarganya. Sudah sepantasnya kita
memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk orangorang yang tersayang. Bahkan,
jika ditinjau lebuh lanjut, justru banah-bahan makanan instan lebih mahal jika
dibandingkan dengan harga bahan-bahan alami, seprti sayur, ikan segar, tempe,
dan berbagai variasi pangan lainnya.
Dalih sebagai wanita
karir, kini banyak digunakan atas
permasalhan tersebut. alasan-alasan seperti kesibukan, menjadikan anak terbiasa
mengkonsumsi sereal di pagi hari sebelum berangkat sekolah. bukan berarti
sereal itu tidak baik bagi kesehatan, namun, sebagai masyarakat Indonesia,
sudah selayaknya kita menyesuaikan pola konsumsi dengan sumberdaya yang ada di
negeri ini. seperti yang kita ketahui, Indonesia dikenal sebgai negeri yang
kaya akan keanekaragaman hayati. Harapan pola konsumsi yang berimbang
sebenarnya dapat dicapai dengan pemenuhan gizi dari hasil pangan lokal.
Untuk menyikapi
permasalahan seperti ini, perlu adanya sinergi usaha dari sektor keluarga dalam
pola konsumsi, sektor industri dalam hal pengolahan bahan pangan lokal, dan
pemerintah untuk mengendalikan laju permintaan produk yang kurang semestinya.
Daftar Pustaka
Yuwono,
Triwibowo. 2011. Pembangunan Pertanian:
Membangun Kedaulatan Pangan. Yogyakarta: Gadjah Mada Yniversity Press.
Soetriono,
Suwandari Anik, dan Rijanto. 2003. Pengantar
Ilmu Pertanian. Jember: Banyumedia Publishing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar