Kamis, 01 Juni 2017

Fenomena Kenaikan Harga Bahan Kebutuhan

Selamat siang, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankan. Semoga ibadahnya lancar dan diterima oleh Tuhan, Amiin.
ketika sudah memasuki bulan Ramdhan, yang tahun ini bertepatan di akhir bulan Mei hingga akhir Juni, sudah lazim ketika harga bahan-bahan kebutuhan merangkak naik. piha-pihak yang sering mengeluh atas fenomena ini adalah para ibu rumah tangga, yang sebagai manajer di setiap keluarga. Para Ibu rumah tangga akan langsung merasakan dampak dari adanya kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan. Saat ini, di pasar tradisonal Kamal Bangkalan Madura, harga bahan kebutuhan sudah mulai naik.
Kenaikan harga bahan kebutuhan bukan hanya membuat resah para kaum Ibu, namun, kaena pasar Kamal ini berada di lingkungan kampus Univeritas Trunojoyo Madura, maka tidak sedikit mahasiswa yang 'galau'karena adanya fenomena ini. saai ini, harga telur misalnya, sebelum Ramadhan harga telur 18 ribu/kg, namun, sekarang harganya mencapai 21 ribu/kg. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi kombinasi konsumsi para mahasiswa.
jika ditinjau dari sistem distribusi, penjual telur mengaku tidak mengubah agen pemasok, ia tetap di pemasok yang sama, dan pemasok tersebut merupakan peternak ayam petelur, sehingga, perlu dipertayakan lagi, margin harga produk ini dialihkan dari biaya apa? untuk apa? dan bagaimna bisa? jika melihat tidak ada yang berbeda dari sistem distribusinya.
Beberapa mahaiswa berpendapat bahwa harga bahan kebutuhan naik karena masyarakat membiasakan fenomena ini, mereka tidak kaget dengan fenomena ini, padahal tidak ada sebab untuk meyakininya. hingga saat ini, para konsumen hanya berharap agar harga tidak terus naik, karena di bulan Ramadhan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, slah satunya yaitu estimasi biaya untuk mudik ke kampung halaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar