Rabu, 11 April 2018

Bentuk Kerja Sama dalam Bisnis


1.1.  PENGERTIAN KERJA SAMA
Sopiah (2008:31) mengungkapkan bahwa tim kerja merupakan kelompok yang upaya–upaya individualnya menghasilkan suatu kinerja yang lebih besar daripada jumlah dari masukan individu–individu. Sementara pendapat Robbins dan Judge (2008:466) mengungkapkan tim kerja adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada kinerja perindividu disuatu organisasi ataupun suatu perusahaan. Kinerja tim akan lebih unggul daripada kinerja individu jika tugas yang harus dilakukan menuntut keterampilan ganda. Dapat disimpulkan bahwa kerja sama tim adalah sebuah kumpulan individu yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang hasil kinerja nya lebih baik  dibandingkan dengan masukan individual.
1.2.            Bentuk kerja sama dalam bisnis
Dalam teori sosiologi akan dijumpai beberapa bentuk kerjasama (Cooperation). Lebih lanjutnya menurut (Soekanto,1990) kerjasama dapat dibedakan dalam bentuk yaitu:
a.       Kerjasama spontan (spontaneous cooperation)
Kerjasama serta merta, tanpa adanya suatu perintah atau tekanan tertentu.
b.     Kerjasama langsung (directed cooperation)
Kerjasama yang berasal dari perintah atasan atau penguasa.
c.       Kerjasama kontrak (contractual cooperation)
Kerjasama atas dasar tertentu.
d.    Kerjasama tradisional (traditional cooperation)
Kerjasama sebagai suatu system nasional. Misalnya gotong royong atau gugur gunung.
Kerjasama  Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Dalam menjalani kehidupannya manusia akan dihadapkan pada suatu dilema sosial. Oleh karenanya dibutuhkan kerjasama dalam menjalani kehidupannya (Baron & Byane, 2000).
1.    Faktor Yang Mempengaruhi Kerjasama 
Faktor yang mempengaruhi kerjasama diantaranya yaitu :
a. Hal timbal balik
b. Orientasi individu
c. Komunikasi


Diskusi 12 April 2018

1.       Yusli 160321100017
“Bagaimana contoh-contoh bentuk kerjasama?”
Jawab:
a.       Horizontal = 2 perusahaan roti yang bekrja sama
b.      Vertikal = perusahaan perhotelan dengan advertensi
c.       Konsolidasi= perusahaan A dan Bergabung menjadi C
2.       M. Diky Firmansyah 160321100072
“Apa saja faktor penghambat kerjasama?”
Jawab:
a.       Ketidakcocokan
b.      Tidak dapat saling mengerti
3.       Siti Aminatus Sa’diah 160321100055
“Apakah pernah penelitian yang mengkaji tentang pelaksanaan kerjasama antara 2 perusahaan yang melakukan kerjasama?

Bentuk badan usaha Grabb dan Uber
Sumber :DataKata 15 Maret 2016 dan CNN 17 Maret 2018
Usaha Grab saat ini memiliki status badan usaha berupa koperasi, sehingga pengguna dapat mengakses jasa rental mobil melalui aplikasi yang bernama Grab. Secara yuridis, Grab juga telah mengantongi persyaratan ketentuan suatu badan nusaha, yang termaktub pada UU Nomor 22/2009 tentang angkutan umum. Makan, dengan ini, usaha Grabcar telah resmi berdiri sebagai bafan usaha yang sah secara hukum dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Sebelumnya, usaha Grabcar dan Uber menuai banyak komentar dari masyarakat, terutama pengusaha taksi resmi. Karena memang, secara keabsahan usaha, keduanya belum memenuhi persyaratan dan merugikan fiskal negara. Apabila bentuk usaha ini tidak dilegalkan,maka tidak ada pajak yang diterima oleh negara sabagai timbal balik operasionalnya. Namun, sejak tahun 2015 lalu, keduanya sepakat melegalkan usahanya sebagai ebntuk badan usaha koperasi yang berbasis pemanfaatan teknologi untuk menjangkau konsumen.


DAFTAR PUSTAKA
Baron, R & Byane D. (2000). Social psychology ninth edition. Pinted in the
united State of America
Iin surminah. 2013. Pola Kerjasama Lembaga Litbang Dengan Pengguna  Dalam Manajemen Litbang. Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jakarta
Simanungkalit, Dina Rulanna. 2008. Analisis Hubungan Kerjasama Tim Untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja Pada Pt Mitha Samudera Wijaya Medan.
Soekanto, S. (2002). Sosiologi suatu pengantar. Edisi 4. Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada.
Robbins, Stephen P dan Judge, Timothy A.2008. Perilaku Organisasi. Edisi Kedua belas. Jakarta: Salemba Empat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar