Rabu, 24 Mei 2017

agribisnis

Subsistem Agribisnis
            Subsistem agribisnis merupakan bagian dari kegiatan usaha di bidang pertanian.  Usaha pertanian yang dimaksud yakni usaha komersil dalam bidang perdagangan di sektor pertanian. Terdapat empat subsistem di dalam kegiatan agribisnis. Keempat subsistem ini ada untuk yang menunjang keberlangsungan pengusahaan di sektor pertanian. Hal ini menjadikan subsistem agribisnis memegang kendali penting dalam keberhasilan pengupayaan lahan yang ada. Oleh karena itu, perlu kesinambungan yang baik antarsubsistem guna mencapai produktivitas yang optimum.
            Usaha yang dimaksud yaitu usaha komersil dalam bidang perdagangan dalam sektor pertanian. Usaha-usaha ini meliputi kegiatan agribisnis yang ada dari sebelum budidaya hingga penanganan pascapanen.  Pengusahaan yang dilakukan bukan digunakan untuk konsumsi pribadi (subsisten), akan tetapi untuk diperjualbelikan di lingkungan masyarakat atau kepentingan komersil. Pengusahaan semacam ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat apabila tepat dalam pelaksanaannya.
            Terdapat empat subsistem di dalam kegiatan agribisnis. Subsistem pertama yakni subsistem hulu / input. Pada subsistem ini, dilakukan tahap-tahap persiapan/perencanaan pengusahaan yang akan dilakukan, mengenai standart produksi, lahan, tenaga kerja, modal, dan tentu saja komoditi yang diusahakan. Subsistem kedua yakni subsistem onfarm yang merupakan kegiatan budidaya ataupun pengolahan komoditi yang diusahakan. Subsistem hilir ialah subsistem ketiga setelah adanya kegiatan budidaya atau pengolahan.  Di tahap ini, komoditas yang diusahakan ataupun produk hasil olahan akan ditangani lebih lanjut, yang berkenaan dengan pemasaran, distribusi, dan penyimpanan. Ketiga subsistem ini memerlukan sarana produksi penunjang, dalam hal ini, subsistem lembaga penunjang ada untuk menunjang kegiatan yang ada di tiga subsistem sebelumnya.
            Keempat subsistem di atas diperlukan untuk  keberlangsungan pengusahaan di sektor pertanian. Apabila salah satu saja dari keempat subsistem ini tidak berjalan dengan baik, maka tujuan optimalisasi produktivitas tidak dapat dicapai. Hal ini akan menimbulkan kerugian bagi produsen. Oleh karena itu, perlu adanya kinerja yang saling bersinergi dalam pengusahaan di agribisnis.
            Pengusahaan agribisnis yang optimal  menjadikan subsistem agribisnis memegang kendali penting dalam keberhasilan pengupayaan lahan yang ada. Hal ini dikarenakan dalam setiap subsistem memegang peran masing-masing yang saling terkait. Keterkaitan tersebut memiliki tujuan yakni optimalisasi produktivitas pengusahaan agribisnis yang dijalankan. Inilah alasan mengapa subsistem agribisnis dikatakan sebagai nyawa dari kegiatan agribisnis.

             Berdasarkan paparan di atas, perlu kesinambungan yang baik antarsubsistem guna mencapai produktivitas yang optimum. Kesinambungan yang baik diperlukan agar sumberdaya yang telah dilibatkan dalam kegiatan agribisnis tidak terbuang percuma, bahkan sampai mengakibatkan devisit. Apabila dalam pengusahaan lahan dan komoditas mengalami kerugian, maka tujuan utama produsen untuk meningkatkan taraf hidup juga tidak berhasil. Hal tersebut bertolakbelakang dengan prinsip dasar bisnis, yaitu minimalisasi pengeluaran dan maksimalisasi pemasukan. Demikianlah subsistem agribisnis berperan dalam kegiatan agribisnis masyarakat.

1 komentar:

  1. Casino Queen (Mega Drive) Bonus - Casinoland
    Casino Queen is a 5 reel, bet365 25 payline online video クイーンカジノ slot game. According to the games 카지노사이트 we reviewed and reviewed the casino's new feature, it's

    BalasHapus